Kepala SMAN 4 Medan, Drs. Rianto H. Sinaga, berharap ada penerus Mardi Lestari dari Sumatera Utara. Khususnya Medan. Hal itu disampaikan Rianto saat memberikan sambutan dalam roadshow Energen Champion Student Athletics Championships (SAC) Indonesia – North Sumatera Qualifiers di sekolahnya.

“Saya berharap ke depannya Indonesia bisa terus merajai olahraga. Terutama atletik. Karena saya yakin potensi atletik Sumatera Utara ini besar. Kami berharap potensi-potensi ini muncul kembali. Penerus Mardi Lestari. Tapi kan tidak ujug-ujug. Harus ada prosesnya. Dan salah satunya seperti yang SAC lakukan ini,” ungkap Rianto.

Bagi kalian yang belum tahu, Mardi Lestari adalah legenda atletik Indonesia dari Sumatera Utara. Pada masanya, Mardi Lestari dijuluki manusia tercepat se-Asia. Mantan atlet kelahiran Binjai itu berhasil menembus semifinal Olimpiade Seoul tahun 1988. Dan berlomba dengan atlet kelas dunia lainnya seperti Ben Johnson.

SMAN 4 Medan mengaku merasa terhormat dan gembira. Karena sekolah mereka dipilih sebagai pemberhentian roadshow dari kompetisi atletik pelajar terbesar di Indonesia. “Tentu kami merasa terbantu. Sebab kegiatan ini bagus untuk menumbuhkan minat anak-anak. Kami juga sudah melakukan diskusi tentang pengadaan ekstrakurikuler atletik,” kata Rianto.

Pelaksaan PPDB yang sedang berlangsung di SMAN 4 Medan mendapat kunjungan dari bapak kabid SMA Bapak Drs. MOHD. IKHSAN LBS, MM . Dalam kunjungannya bapak Kabid meninjau langsung Loket-loket pendaftaran ulang. Dari loket A untuk pendaftar ulang jalur zonasi nomor urut 1 sampai 100, kemudian mengunjungi loket B untuk pendaftar jalur zonasi nomor urut 100 sampai 251

Menjelang berakhirnya Semester Ganjil T.A 2022-2023 pihak sekolah SMA Negeri 4 Medan mengadakan Rapat koordinasi untuk kelancaran pelaksanaan ulangan tersebut. Rapat Ulangan Semester Ganjil tersebut dipimpin langsung oleh Bapak kepala sekolah SMA Negeri 4 Medan dan didampingi oleh WKS bidang Kurikulum, WKS bidang Sarana dan Prasarana, WKS bidang Kesiswaan, WKS bidang Humas serta diikuti oleh guru dan pegawai.

Pelaksanaan Rapat Ulangan Semester Ganjil tersebut dilaksanakan diruang guru pada hari senin, 3 Desember 2022.

Pentas Seni SMAN 4 Medan

Pentas Seni ini diadakan dalam rangka menumbuh kembangkan kreativitas seni yang ada pada diri setiap siswa. Dengan pentas seni diharapkan bertumbuh kembangnya kreativitas seni baru yang menambah motivasi bagi siswa dalam menggali potensi diri.

Adapun kegiatan tersebut diadakan menjelang ujian semester genap pada tanggal 22 Mei 2022 dilokasi Lapangan SMAN 4 Medan

Pentas Seni ini diikuti kurang lebih 600 siswa yang terdiri dari siswa kelas X dan XI. Kelas X diikuti oleh kelas X MIPA 1, X MIPA 2, X MIPA 3, X MIPA 4, X MIPA 5, X MIPA 6, X MIPA 7, X MIPA 8, X MIPA 7, X MIPA 8, X MIPA 9, X MIPA 10, X IPS 1 dan X IPS 2. Untuk kelas XI terdiri dari kelas XI MIPA 1, XI MIPA 2, X MIPA 3, XI MIPA 4, XI MIPA 5, XI MIPA 6, XI MIPA 7, XI MIPA 8, XI MIPA 9, XI MIPA 10, XI IPS 1 dan XI IPS 2.

Pentas Seni ini juga merupakan satu kesatuan dalam pengambilan penilaian mata pelajaran seni budaya terhadap peserta didik diakhir pembelajaran pada semester kedua. Penilaian itu langsung dilakukan oleh guru mata pelajaran seni budaya yaitu : seni musik, seni rupa dan seni tari .

Ucapan terimakasih kepada Bapak Plt.Kepala SMAN 4 Medan ( Bapak Drs.Rianto H. Sinaga) atas perhatiannya yang besar terhadap berlangsungnya Pentas Seni ini. Semoga kedepannya SMAN 4 Medan Semakin Jaya.

Jayalah Sekolah Idamanku

Tasya Nandita / Nadya Htg

Meningkatkan solidaritas dan kekompakan dengan berbagi pengalaman, alumni SMA Negeri 4 Medan angkatan 93 menggelar Reuni Perak “Back To School”, Sabtu (2/12) di Lapangan Sekolah SMA Negri 4 Medan.

Dalam agenda ini, hadir Alumni Angkatan 93, para guru serta siswa-siswi kelas XII SMA Negeri 4 Medan. Beberapa rangkaian acara Reuni Perak antara lain Peresmian Landmark SMA Negeri 4 Anti Narkoba, makan siang bersama, hiburan dan talkshow.

Dalam Talkshow “Back to School”, beberapa alumni SMA Negeri 4 Medan angkatan 93 berbagi pengalaman di masa SMA. Semua pengalaman yang berkesan dan tak terlupakan terangkat kembali dalam talkshow ini. Bemula dari Dr. Doddy Prabisma Pohan, SpBTKV yang kini telah menjadi Dokter Bedah di salah satu rumah sakit swasta di kota Medan. Beliau menceritakan tentang pencapaian dan keusilannya bersama teman-teman.

“Dulu itu ya, saya hampir sering enggak bayar sarapan dan makan siang karena kami sering mengerjakan PR sama-sama dan makan sama-sama, barang-barang saya sering hilang mulai dari sepatu sampai kertas ujian, selain itu tugas bertani dulu hanya kelompok saya yang mendapat nilai sembilan,” ungkap Doddy disertai gelak tawa para hadirin.

image3foto bersama alumni lintas profesi pada acara Reuni Perak “Back to School” di SMAN 4 (2/12).
(Fotografer: Tasya Nandita)

Tak kalah menariknya dengan pengalaman AKBP. Rio. R. Nababan ysng berprofesi sebagai Kapolresta Tanah Karo mengatakan,“walaupun dulu kami gagap teknologi, tapi kami masih bisa kumpul-kumpul, tapi sekarang semenjak ada teknologi jadi malah semakin susah karena kebanyakan janji doang,” ucap Rio.

Selanjutnya Rio juga memberi himbauan kepada siswa-siswi kelas XII untuk bisa lebih kompak dan memanfaatkan teknologi dengan baik. Rio mengajak seluruh rekan-rekan alumni serta seluruh siswa SMA Negeri 4 Medan untuk mempererat kebersamaan karena, “masa-masa SMA adalah masa yang paling indah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Osis SMA Negeri 4 Medan, Irvan Didipramana menyampaikan rasa bangga karena dapat bertatap muka dengan sosok alumni dari berbagai latar belakang profesi. “Saya berharap dapat menjalin hubungan yang baik antara alumni dan siswa-siswinya. Semoga nantinya dapat membantu SMA Negeri 4 menjadi sekolah yang lebih terpandang dan siswa-siswinya menjadi orang-orang sukses seperti mereka,” harap Irvan

(Redaktur Tulisan: Nadia Lumongga Nasution)

MATATELINGA, Medan: Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi berhalal bihalal bersama 12 angkatan alumni SMA Negeri 4 Medan, para guru serta kepala sekolah di Gubernuran Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (30/6/2017).

Ke-12 angkatan alumni tersebut yakni alumni 1974, 1975, 1983, 1984, 1985, 1990, 1991, 1993, 1994, 1995, 1996 dan 1998. Hadir juga alumni 2003 dan alumni SMAN 4 Medan lainnya.

Silaturahmi hari raya Idul Fitri 1438 hijriah yang juga bertepatan dengan ulang tahun ke-53 Tengku Erry Nuradi itu juga ditandai dengan pengukuhan pengurus ikatan keluarga alumni. Tengku Erry Nuradi yang juga menjabat Ketua Umum Ikal SMA Negeri 4 Medan mengukuhkan pengurus dimana Ketua Harian dijabat Rudi Reynaldi, Sekretaris Irma Suryani Lubis dan Bendahara Faisal Hasrimy.

Dalam kesempatan itu, Erry juga mengatakan sesama alumni kita harus memberi masukan kepada sekolah kita untuk memajukan tempat atau lembaga yang sudah memberi ilmu. Peran alumni diharapkan dapat memperkuat keberadaan SMAN 4 Medan menjadi salah satu sekolah favorit dan berkelas serta bergengsi di Sumut. “Dari lebih kurang 1.066 SMA negeri dan swasta se Sumut, sudah saatnya sekolah kita menjadi sekolah favorit dan banyak diminati orang karena kualitasnya,” jelas Erry.

Erry menambahkan, kebesaran SMAN 4 tidak terlepas dari keberadaan para lulusannya yang berkiprah di tengah-tengah masyarakat. “Para lulusan adalah duta yang ikut membawa nama baik dan juga aset yang ikut menopang kemajuan sekolah dan diharapkan bisa memperkuat keberadaannya di tengah masyarakat,” ujar Erry.

Gubsu Tengku Erry merasa bersyukur, karena hari kelahirannya masih suasana lebaran hari ke-6 (6 syawal), untuk itu selain mengadakan halal bi halal juga merayakan HUT ke-53 tahun. “Alhamdulillah tahun ini saya masih diberi kesempatan untuk berbuat banyak kepada masyarakat sekaligus bisa bersilaturahmi dengan masyarakat khususnya para alumni SMU 4 Medan,” tutur Erry.

Menurut Erry, bila selama bulan Ramadhan umat muslim melakukan ibadah sebulan yaitu hubungan kita bersama Allah (hamlum minallah) ,saat inilah kita melaksanakan hubungan dengan sesama manusia (hamlum minannas). “Perayaan dan halal bi halal ini tidak hanya diikuti oleh umat musllim saja tapi umat agama lain sebagai wujud silaturahmi dan toleransi umat beragama,”ucap Erry.

MetroRakyat.com I MEDAN — Menjadi sang Juara tidaklah gampang, demikian ungkapan salah seorang pelajar SMA Negeri 4 Kota Medan, Roby Prananta Munthe. Pria kelahiran di Medan, 21 Mei 2000 ini mengatakan, bahwa sejumlah prestasi yang diraihnya tidak lepas dari keseriusannya menggeluti berbagai kesibukan baik pendidikan formal maupun informal, Selasa (28/6). Kepada MetroRakyat.com, Roby bercerita bahwa peranan orangtuanya sangat dianggap penting, sehingga menjadi pelajar yang benar-benar berkompetensi dan mampu berkompetisi sesuai dengan keinginan atau hobby. Roby meraih ranking 2 di kelas X IA 8, katakan bahwa tidak cukup dengan dukungan orangtua saja namun keseriusan pada suatu hal adalah terutama. “Kita gak boleh main-main, karena kita lihat saat ini prihatin dengan keadaan para pelajar yang sudah mulai malas untuk belajar atau sekolah, dengan nongkrong yang tidak menentu dan pergaulan yang tidak sehat sehinga akan menjerumuskan kita ke hal-hal yang negatif”, ujarnya.

Roby Prananta Munthe.
Roby dikenal sahabatnya juga sebagai pria yang penuh dengan talenta seni dan olahraga. Hal tersebut dibuktikan melalui hobbynya menyanyi, menari, membaca, catur dan badminton. Hoby seni yang digeluti Roby, berasal dari sejak kecil ketika kakeknya acap kali mengajak Roby hadir pada pesta budaya Karo seperti pernikahan dan kemalangan. “Saya sering diajak kakek waktu kecil jalan-jalan lihat pesta nikah atau kemalangan, dan saya lihat disana ada budaya Karo yang ditampilkan. Saya sangat tertarik dengan budaya itu, dan saya pelan-pelan mempelajarinya dan menghafal tutur atau logat bahasa Karo itu”, ungkapnya lagi. Dan sampai saat ini, Roby juga yang dikenal ramah itu menjadi salah seorang peserta paduan suara kebanggaan di SMA Negeri 4 Medan.

Dengan sejumlah prestasi yang diraihnya seperti Juara II di kelas X IA 8 pada tahun 2016, Juara III Lomba Khotbah tingkat SMP Negeri se-kota Medan pada tahun 2013, Juara II Lomba Khotbah tingkat SMP Negeri se-kota Medan pada tahun 2014, Juara I Lomba Speech SMP Negeri 7 Medan, Juara I Lomba Nyanyi dan Juara II Lomba Pidato Hukum dan Ham tingkat SMA. Diakhir wawancara, Roby berpesan agar jangan menyia-nyiakan pengorbanan orangtua yang telah susah payah memberikan arti kehidupan dan pendidikan bagi anaknya, dan kita bisa belajar dari semua orang, tetapi kita tidak boleh mencontoh dari semua orang, yang menjadi motto hidup sang Juara itu. (MR/Peter).

Perkembangan film di tanah air saat ini memang semakin meningkat. Tidak hanya terjadi di ibu kota seperti Jakarta. Saat ini di Kota Medan beberapa komunitas telah banyak menciptakan berbagai film, salah satunya di SMAN 4 Medan. Sekolah negeri di Medan ini telah mempunyai komunitas film dan mempunyai PH sendiri yang dinamakan Cinema 4 Medan.

Pembimbing perfilman SMAN 4 Medan Dra Sri Kartini Handayani mengatakan, pihaknya selalu optimis membina film di SMAN 4 Medan.

“Kami akan selalu berusaha dan memberikan kreativitas yang terbaik untuk memberikan warna tentang film pelajar di Sumatera Utara khusus nya Kota Medan. Mendapat dukungan yang baik dari kepala sekolah SMAN 4 medan yaitu Bapak Drs Ramly MPd, kami bisa meraih juara 1 dan mendapat 4 piala kategori piala film tahun 2013 yang di Parsi Sumut di Festival Film Pelajar yang baru diadakan baru – baru ini dalam film yang berjudul “ NYANYIAN ANAK NELAYAN “, yang menceritakan tentang pahit dan susahnya kehidupan seorang anak nelayan yang ingin bersekolah,” ujarnya, Jumat (31/1).

Dia mengatakan, SMAN 4 sendiri telah banyak gelar yang direbut di tingkat Sumatera Utara khususnya Kota Medan, dan pernah juga menjajal sampai keluar daerah seperti Jakarta dan kota lainnya.Untuk pihaknya, kata Kartini, selalu menggelar workshop tentang film di SMAN 4 Medan untuk menambah pengetahuan siswa-siswi SMAN 4 Medan tentang cara pembuatan film.

Sementara itu, Abdul Aziz Lubis, sebagai instruktur film di Kota Medan mengatakan, dia akan selalu mendampingi siswa– siswi SMAN 4 Medan ke tingkat yang lebih baik untuk menjadikan SMAN 4 sebagai wakil Sumatera Utara untuk meraih gelar di luar daerah untuk karya film.

“Workshop film yang digelar tanggal 28 & 29 Januari 2014 di SMAN 4 Medan inimerupakan sebuah pembuktian kalau film di Sumatera Utara khususnya Kota Medan masih mengeliat dan masih ada. Medan itu masih mempunyai potensi sangat besar, kalau semua kalangan ingin mau bersatu dan berusaha untuk membuat karya dalam dunia perfilman,” sebut Aziz.

Hal serupa juga dikatakan Ketua film SMAN 4 Medan, Fazil. Dia mengatakan para siswa-siswi SMAN 4 Medan sangat antusias dan merasa ikut bertanggung jawab untuk kemajuan film di Kota Medan ini. Untuk itu kata dia, pihaknya akan terus membuat kembali workshop film untuk para regenerasi orang – orang film khususnya di kalangan film pelajar yang saat ini tampak sedikit lesu. Dengan beberapa temannya Obi, T.Aris, Kevin, Ridho, Raja, Rindam, Ali, Dwiki, Illa, Rafika, Ainun, Bayu, Septian, dan kawan lain nya, merasa yakin kalau film pelajar di Kota Medan ini harus bangkit dan terus berkibar.

“Mudah- mudahan Dinas ataupun instansi dan komunitas film yang ada di Medan ini juga berpikir seperti mereka anak-anak Film Cinema 4. Workshop yang digelar kali ini bisa menjadi acuan bagi sekolah–sekolah yang lain di Kota Medan ini. Karena Film juga merupakan salah satu kegiatan eskul di kalangan pelajar,”pungkasnya. (prawira)